Imba: Dari Abstraksi ke Abstrakisme

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter

Komunitas Salihara Hadir dengan Pameran Terbaru di 2026
Imba: Dari Abstraksi ke Abstrakisme
Pembukaan: 16 Januari 2026
18:00 WIB
Galeri Salihara

 

Jakarta, 19 November 2025 – Mengawali 2026, Komunitas Salihara menyelenggarakan pameran dengan tajuk “Imba: Dari Abstraksi ke Abstrakisme”, bekerja sama dengan ArtSociates yang dikuratori oleh Asikin Hasan. Pameran ini akan menghadirkan sejumlah karya seni rupa Indonesia dari berbagai periode generasi seperti: A.D. Pirous, G. Sidharta Soegijo, Mochtar Apin, Umi Dachlan, Gabriel Aries, Galih Adika Paripurna, Mujahidin Nurrahman, Fadjar Sidik, dan masih banyak lainnya. Pameran ini dibuka pada Jumat, 16 Januari 2026 di Galeri Salihara dan bisa dikunjungi hingga 22 Februari 2026.

Asikin Hasan, Kurator Galeri Salihara sekaligus Kurator dalam pameran ini mengatakan bahwa pameran ini hadir untuk melihat bagaimana para seniman ini merespons realitas dan menghadirkan intisari baru dari objek atau realitas yang mereka tangkap dalam imaji mereka dan menghadirkan hal-hal baru yang tidak terduga,

“Realitas tidak akan pernah sama persis ketika digambarkan di atas sebuah kanvas, atau lainnya. Sebab, di dalamnya terjadi sebuah proses yang menggugurkan banyak hal, dan sebaliknya, melahirkan hal-hal baru tak terduga.

Pameran ini menampilkan lebih dari 80 karya yang dibuat mulai tahun 1950-an hingga 2025 dari beberapa periodisasi generasi. Sebagian besar berbentuk dwimatra, sebagian kecil trimatra, membentangkan kecenderungan bentuk-bentuk abstraksi. Tersebab dipelajari dan diikuti oleh banyak orang, maka ia menjadi sebuah fenomena abstrakisme.” 

Abstrakisme masuk ke Indonesia pertama kali salah satunya dibawa oleh Simon Admiraal melalui pendidikan seni rupa di Bandung. Dalam perkembangannya di Indonesia, abstraksi identik dengan pola-pola kubistis dan geometris dan dianggap menjadi suatu kebaruan oleh beberapa perupa di era 1950-an.

Tidak dapat dipungkiri gaya ini memengaruhi dan membentuk lingkungan akademis seni rupa di Institut Teknologi Bandung (ITB), sebagaimana terlihat pada karya-karya A.D. Pirous, G. Sidharta Soegijo, Mochtar Apin, Umi Dachlan, Kaboel Suadi, Amrizal Salayan, hingga ke generasi lebih baru: Gabriel Aries, Galih Adika Paripurna, Mujahidin Nurrahman yang ditampilkan bersama-sama karya Simon Admiraal dalam pameran bersama ini. 

Pameran ini tidak hanya menampilkan bagaimana abstrakisme berkembang di ITB saja, kita juga akan melihat bagaimana gaya ini berkembang di berbagai tempat.

 “Tapi abstraksi dan abstrakisme tidak melulu berkembang di ITB saja. Ia terus tumbuh di pelbagai tempat, sebagaimana terlihat pada karya-karya Aming Prayitno, Lian Sahar, Fadjar Sidik dengan corak khas. Bahkan, muncul juga pada generasi angkatan baru yang didasari penjelajahan gagasan dan kajian mendalam pada material sebagaimana karya-karya Henryette Louise dan Endang Lestari.” ujar Asikin.

Pameran “Imba: Dari Abstraksi ke Abstrakisme” akan dibuka pada 16 Januari 2026 di Galeri Salihara pukul 18:00 WIB dan bisa dikunjungi hingga 22 Februari 2026 dari Selasa-Minggu pukul 11:00 – 19:00 WIB. Calon pengunjung yang tertarik bisa melakukan pembelian tiket di tiket.salihara.org dengan harga Rp25.000 (pelajar/mahasiswa S1) dan Rp35.000 (umum).

 

Tentang Komunitas Salihara Arts Center

Komunitas Salihara Arts Center adalah sebuah institusi kesenian dan kebudayaan yang selalu menampilkan kesenian terkini dari Indonesia dan dunia, baik yang bersifat pertunjukan maupun edukasi, dalam lingkungan kreatif dan sejuk di tengah keramaian selatan Jakarta.

___________________________________________________________________ 

Untuk mengetahui detail pertunjukan silakan kunjungi sosial media Komunitas Salihara:

X: @salihara | Instagram: @komunitas_salihara | Facebook: Salihara.org | Tiktok: @komunitas_salihara |  atau hubungi: media@salihara.org

Shopping Basket

Berlangganan/Subscribe Newsletter