Salihara Jazz Buzz 2022: Next Sound

Musik
Salihara Jazz Buzz 2022: Next Sound
Penampil: Agam Hamzah Project, Aryo Adhianto, Fascinating Rhythm, Sandrums dengan Sri Hanuraga

Jumat-Minggu 13-15, 20-22 Mei 2022, 19:00 WIB
YouTube Komunitas Salihara

Salihara Jazz Buzz 2022 mengangkat tema Next Sound sebagai sebuah sikap bersama dalam menghadapi realita baru yang dihadapi seni pertunjukan. Next Sound juga menawarkan eksplorasi musik jazz yang pada bentuknya selalu dapat melebur ke dalam genre-genre musik lain. Salihara Jazz Buzz 2022 menampilkan empat musisi/grup yang menawarkan konsep dan komposisi musik yang memperluas warna jazz di Indonesia. Mereka adalah Agam Hamzah Project, Aryo Adhianto, Fascinating Rhythm, dan Sandrums dengan Sri Hanuraga. Selamat menikmati sajian musik jazz!

Project U(Snake)
Komposer: Aryo Adhianto
Jumat, 13 Mei 2022, 19:00 WIB
YouTube Komunitas Salihara

Project U(Snake) atau Unit of Self-Organizing Animal in Kota Entanglement terinspirasi dari desain urban perkotaan New Orleans pada awal abad ke-20 yang melahirkan benih musik jazz. Karya ini adalah upaya untuk mengkontekstualisasikan kembali bahasa bunyi yang beragam melalui sudut pandang ruang (spasial).
Aryo Adhianto akan tampil bersama Arief July Andra (bas), Filipus Cahyadi (drum), Gerinov Medaimanto (saksofon), Trinanda Wibisono (keyboard). Karya-karya terbaru yang ditulis oleh Aryo Adhianto ini menawarkan “jenis baru utopia musik perkotaan”.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.
“Komplek City”
Cipt: Aryo Adhianto

“The Second Nature”
Cipt: Aryo Adhianto

“Mesin Konflik”
Cipt: Aryo Adhianto

“Monumental Disorder”
Cipt: Aryo Adhianto

“Blueprint”
Cipt: Aryo Adhianto

“Asymptonality”
Cipt: Aryo Adhianto

“U(SNAKE)
Cipt. Aryo Adhianto

Aryo Adhianto adalah komposer dan produser musik elektronik. Ia tertarik dengan jazz dan piano sejak kecil dan menemukan kecintaannya pada musik elektronik ketika kuliah. Pada tahun 2005, bersama Jonathan (Ojon) Kusuma, ia membentuk Space System yang menawarkan gaya di antara khazanah musik dansa elektronik lokal dan global.

Ia pernah terlibat dalam beberapa klinik musik yang diprakarsai oleh Sacred Bridge Foundation seperti Rhythm Salad: a Bowl of Roots Music (2008), GAUNG: the 21st Century Global Music Education (2009) dan INTRASIA: the Cross-cultural Performing Arts Clinic (2013).

Ia belajar dan berkolaborasi dengan beberapa komposer dan musisi terkenal dunia seperti Stomu Yamash’ta (komposer Jepang/penggagas Musik Zen), Jean-Claude Éloy (komposer Prancis), Marzuki Hassan (Maestro Seni Aceh), I Wayan Sadra (komposer Bali) dan Irwansyah Harahap (Etnomusikolog/Komposer). Berdasarkan pengalaman itu pula ia mengembangkan sebuah karakter musik di luar kategorisasi yang selama ini lazim didengar penikmat musik jazz.

Fascinating Rhythm Vol.1
Penampil: Fascinating Rhythm
Minggu, 15 Mei 2022, 19:00 WIB
YouTube Komunitas Salihara

Fascinating Rhythm mengusung ide untuk memainkan berbagai jenis ritme dari seluruh dunia seperti Samba, Choro, Bikutsi, Cuban dan lain-lain. Mereka juga menawarkan gaya fusion, bib-bob dan free jazz. Berbagai jenis ritmik tersebut dibalut dengan sentuhan jazz dan variasi call and response pada setiap solo instrumen.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.
“The Misconductor”
Cipt: Noah Revevalin

“Beautiful Flaw”
Cipt: Timoti Hutagalung

“Love Letter”
Cipt: Victor Young

“Groundbreaker”
Cipt: Noah Revevalin

Fascinating Rhythm adalah sebuah band jazz kontemporer yang berbasis di Jakarta. Band ini diprakarsai oleh Timoti Hutagalung, seorang drumer jazz yang berpengalaman mengiringi artis jazz di Indonesia seperti Indra Lesmana, Barry Likumahuwa, Bass G, Dua Empat dan masih banyak lagi.

Band ini juga beranggotakan Noah Revevalin (piano), Jonathan Prawira (klarinet), Hafiz Aga (bas), dan Yosua Sondakh (gitar). Band ini telah menghasilkan beberapa karya original bergenre jazz kontemporer. Pada setiap pertunjukan mereka, Fascinating Rhythm juga membawakan karya non-original yang segar dan terkini seturut perkembangan jazz hari ini.

Agam Hamzah Project Concert
Penampil: Agam Hamzah Project
Komposer: Agam Hamzah
Jumat, 20 Mei 2022, 19:00 WIB
YouTube Komunitas Salihara

Agam Hamzah Project menampilkan konsep musik fusion, satu genre di mana idiom-idiom musik seperti jazz, rock, kontemporer klasik dan musik etnik dipadukan menjadi sebuah karya yang utuh. Agam Hamzah Project sarat dengan solo improvisasi yang mengetengahkan tema melodi, harmoni dan irama yang khas. Mereka menampilkan satu komposisi untuk gitar solo dan tiga komposisi dalam format kuintet (bass, drum, gitar, keyboard, ditambah satu solois pada violin.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.
“Spiral Arms” (gitar solo)
Cipt: Agam Hamzah

“Camel”
Cipt: Agam Hamzah

“Inspiration”
Cipt: Agam Hamzah

“Major Virus”
Cipt: Agam Hamzah

Agam Hamzah adalah seorang musisi yang konsisten menciptakan konsep musik fusion sejak tahun 1990-an. Ia pernah bermain bersama Idang Rashidi Syndicate, Syaharani Queenfireworks, Twilite Orchestra (pimpinan Addie M.S.), Dwiki Dharmawan Orchestra, Krakatau Band, Gilang Ramadhan Band, Didi AGP Project dan Micro Ensemble (pimpinan Fahmi Alatas). Ia pernah mendirikan grup musik seperti Ligro, Rafly Wa SAJA, Agam Hamzah Acoustic Connection, Agam Hamzah & The Playerz, duet gitar akustik dengan Donny Suhendra dan lain sebagainya. Selain itu ia juga bekerja sebagai Instruktur Gitar di Lembaga Pendidikan Musik Farabi sejak tahun 1999.

Kelvin Andreas adalah pemain drum dan komponis yang berbasis di Bali. Ia lulus dari Berklee College of Music pada tahun 2018 dan sempat aktif bermusik di Amerika Serikat sampai dengan Oktober 2020. Ia merilis album perdananya berjudul Vivid Imagery pada April 2019 yang menunjukkan kemampuannya sebagai komponis dan pimpinan band. Album tersebut menandai langkah pertama sebagai musisi.

Jason Mountario adalah seorang komposer, penata musik, produser, pemain bas, dan mixing engineer asal Jakarta. Ia lulus dari Berklee College of Music, Boston, Amerika Serikat. Ia pernah meraih penghargaan untuk komposisi orisinal ansambel tingkat besar dan aransemen musik jazz dalam Downbeat 42nd Annual Student Music Award (2019); komposisi orisinal ansambel tingkat besar pada Downbeat 43rd Annual Student Music Award (2020); dan pemenang SCI Jazz Composition Contest (2020). Karya mutakhirnya Nomenasia pernah ditampilkan di Salihara Jazz Buzz 2021.

Noah Revevalin adalah seorang pianis yang mendalami ilmu musik jazz dan kontemporer. Ia menamatkan pendidikan musik kontemporer di Universitas Pelita Harapan dimentori oleh Boby Limijaya, Julian Marantika dan Sri Hanuraga. Ia pernah menjadi salah satu dari sembilan pianis pembuka konser Joey Alexander dan menjadi juara ke-2 dalam kompetisi Jazz Goes To Campus bersama grup Kriyamana Trio pada tahun 2016. Ia pernah menjadi pianis terpilih pada ajang pencarian bakat MLDare2Perform dan tergabung dalam grup MLD Jazz Project Season 4 pada tahun 2019. Ia juga pernah bermain bersama Wishnu Dewanta di Salihara Jazz Buzz 2019 dan Taufik Adam di International Ethnic Music Festival 2021.

Dika Chasmala tumbuh di keluarga musisi dan telah bermain musik sejak berusia dini. Ia mempelajari musik jazz dari ayahnya yang seorang pianis jazz dan banyak musisi jazz Indonesia seperti Indra Lesmana, Dwiki Dharmawan, Agam Hamzah dan masih banyak lagi. Ia kerap bermain sebagai session player untuk banyak acara jazz seperti Java Jazz Festival, Jazz Goes to Campus dan Ngayogjazz Festival. Ia juga berkiprah sebagai session player dan session recording untuk Monita Tahalea, Barasuara, Agam Hamzah, Dwiki Dharmawan dan musisi-musisi jazz Indonesia lainnya. Ia juga turut merepresentasikan Indonesia di event musik bersama Kementerian Pariwisata di London (2019), Moskow (2016-2019), serta memenangkan kompetisi bersama Kawanua Kolintang di Burgas, Bulgaria (2018).

Juxtaposition
Penampil: Sandrums dengan Sri Hanuraga
Komposer: Sandy Winarta
Minggu, 22 Mei 2022, 19:00 WIB
YouTube Komunitas Salihara

Juxtaposition adalah eksplorasi musik terbaru karya Sandy Winarta yang mendekonstruksi paradigma umum improvisasi menjadi elemen paling dasar yaitu ritme dan harmoni. Melalui ide tersebut, ia menelusuri poliritme yang kompleks dari gamelan Bali yang dikombinasikan dengan harmoni musik jazz. Ada pula eksplorasi spektrum musik dari alat akustik dan elektronik yang akan menghasilkan pengalaman mendengar jazz yang unik.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.
“Archons”
Cipt: Sandy Winarta

“Intermission 1”
Cipt: Sandy Winarta

“Megamel 1”
Cipt: Sandy Winarta
Kolaborasi bersama Sri Hanuraga

“Anthro Saih Miring”
Cipt: Sandy WInarta
Kolaborasi bersama Sri Hanuraga

“Megamel 2”
Cipt: Sandy WInarta
Kolaborasi bersama Sri Hanuraga

“Nefertiti”
Cipt: Wayne Shorter
Kolaborasi bersama Sri Hanuraga

Sandy Winarta adalah seorang musisi jazz yang telah aktif lebih dari satu dekade di kancah musik jazz. Di penghujung 2018 ia mulai merambah dunia musik elektronik. Ia menemukan ide inti untuk Sandrums yang merupakan eksplorasi spektrum suara elektronik yang luas dan digunakan dalam improvisasi musik yang berakar pada jazz, secara harmonis dan berirama.

Pada tahun 2019, ia mulai menampilkan musik elektroniknya di acara reguler yang diadakan oleh Chaos Non Musica, termasuk Chaos Non Musica Electronic & Noise Festival selama tiga hari berturut pada November 2019.

Dan pada tahun 2020, ia ikut serta dalam peluncuran album kolektif Senyawa. Ia me-remix salah satu komposisi Senyawa berjudul “Alkisah II” untuk album remix produksi Chaos Non Musica.

Didukung oleh:

 

Mitra media:

Shopping Basket

Berlangganan Newsletter