PERTANGGUNGJAWABAN DEWAN JURI UNDANGAN TERBUKA HELATEATER SALIHARA 2021

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Kami menerima 20 proposal yang datang dari pelbagai kota di Indonesia: Bandung (3), Bantul (1), Banyuwangi (1), Blitar (1), Jambi (1), Jakarta (2), Makassar (1), Padang (1), Palu (1), Pamekasan (1), Sidoarjo (1), Sumenep (1), Surakarta (3), Yogyakarta (2).

Sebagaimana telah kami tegaskan dalam pengumuman Undangan Terbuka, dengan tema “Ulang Alih Teater” kami menghendaki proposal pementasan teater yang pernah dipentaskan baik secara luring maupun daring. “Ulang Alih Teater” terbuka bagi aneka bentuk pertunjukan dan ide pengkaryaan. Kami memilih kelompok-kelompok yang paling kuat dalam ide dan penyajian untuk dipentaskan di kanal daring Komunitas Salihara.

Melalui undangan terbuka ini kami hendak menjaring kelompok-kelompok teater yang sutradaranya relatif muda (maksimal berusia 35 tahun). Dengan kata lain, kami memihak kepada pertumbuhan bakat-bakat baru dalam dunia teater kita—di luar mereka yang telah mapan dan beroleh pengakuan nasional. Namun, bukan hanya soal muda dan tengah bertumbuh yang menjadi perhatian kami, melainkan juga tawaran adaptasi yang menarik. Itulah mengapa kami mengundang mereka untuk mengajukan tawaran pementasan teater adaptasi yang bisa memperkaya khazanah bentuk teater Indonesia hari ini.

Masalah utama yang kami hadapi dalam tahap pertama penjurian adalah tertib administrasi. Kami juga berhadapan dengan tawaran konsep pementasan yang menarik, tetapi tidak memenuhi persyaratan yang sudah ditetapkan. Terutama mengenai detail konsep ulang alih yang ditawarkan. Tidak sedikit pelamar sekadar menawarkan konsep pementasan di atas panggung luring menjadi daring semata, tanpa kejelasan upaya menggali kemungkinan-kemungkinan yang dapat dieksplorasi kala pentas disajikan secara virtual. Ada pula sejumlah pelamar yang menyajikan konsep pertunjukan daring yang menekankan penyajiannya pada interaksi dengan penonton, tanpa disertai bentuk antisipasi terhadap faktor-faktor jeda hingga putus jaringan internet.

Akhirnya, dari proposal yang lolos seleksi administrasi dan mengajukan rencana pementasan yang menarik, kami memilih nama-nama berikut ini—yang diurutkan secara alfabetis—sebagai kelompok-kelompok teater terpilih Undangan Terbuka Helateater Salihara 2021. Kelompok-kelompok berikut ini adalah mereka yang datang dengan konsep pementasan yang cukup terang dan bisa dibayangkan kemungkinan pemanggungannya. Juga, pada kemampuan mereka memberikan sejumlah tawaran baru sebagaimana kami kehendaki dalam maklumat Undangan Terbuka. Mereka akan diundang tampil dalam Helateater Salihara pada Maret-April 2021:

 Komunitas Sakatoya (Yogyakarta)

Komunitas Sakatoya dengan karya berjudul The Happy Family. The Happy Family adalah teater site-specific dengan partisipasi penonton yang menjadi bagian langsung dari dramaturgi. Karya ini pernah diproduksi pada 2018-2019. The Happy Family berangkat dari refleksi tentang dunia maya yang menciptakan lapisan-lapisan eksistensi atas citra diri manusia yang menimbulkan kerumpangan komunikasi antara satu orang dengan lainnya. Sakatoya mencoba memanfaatkan platform media sosial sebagai bagian dari pentas teater; mencoba memberi makna baru pada diktum “kini dan di sini” yang telah menjadi klasik dalam teater. Partisipasi publik tidak lagi berlangsung secara fisikal, tetapi virtual, sebagai dampak langsung dari pandemi Corona. Di luar semua itu, Sakatoya mencoba menawarkan ironi yang tajam dari kondisi komunikasi antarmanusia di tengah gempuran media sosial.

 Studio Patodongi (Makassar)

Studio Patodongi mengajukan karya berjudul [Revisi: 3 Februari 1965]_Gugatan-Gugatan Dari Dalam Tudung Saji_Final_FIX. Karya ini  menggabungkan narasi sosio-politik sosok Kahar Muzakkar dengan konsep alam arwah dalam penggalan singkat naskah I Lagaligo. Di sini teater adalah presentasi dari sejumlah tegangan: antara sejarah dan mitos, Islam dan agama lokal, kebulatan dunia dan fragmentasi, masa kini dan masa silam, dan seterusnya. Dengan rancang bentuk semacam itu, Studio Patodongi hendak memberi kita teater yang multidisiplin dan peka terhadap penggunaan anasir teknologi dalam pemanggungan. Teater ini juga hendak memberikan sensasi baru dalam menikmati teater akibat pembatasan sosial dan aneka dampak turunannya yang kita alami selama pandemi Corona.

 Teater Petra (Jakarta)

Domba-Domba Revolusi karya B. Soelarto menjadi pilihan Teater Petra untuk Helateater 2021. Teater Petra menawarkan alih wahana pertunjukan teater menjadi sebuah karya layaknya film di masa lalu. Domba-Domba Revolusi akan disajikan dalam bentuk hitam putih, menggunakan keroncong sebagai musik utama, memanfaatkan sejumlah kamera dengan teknik pengambilan gambar sekali bidik dan mengandalkan penyusunan wujud visual karya melalui proses penyuntingan. Dengan naskah ini kita juga akan mendapatkan variasi teater yang mempertahankan seni peran sebagai tenaga utamanya, di antara teater-teater yang menampilkan eksplorasi tubuh dan aneka citraan di atas panggung.

Kelompok-kelompok terpilih Undangan Terbuka Helateater Salihara 2021 akan dihubungi Komunitas Salihara untuk proses kontrak dan lain sebagainya.

Keputusan Dewan Juri tidak bisa diganggu gugat.

 

Jakarta, 9 Desember 2020

 

Dewan Juri

Hendromasto Prasetyo
Kurniasih Zaitun
Zen Hae

Shopping Basket

Berlangganan Newsletter