Jakarta, 15-16 November 2025
Sabtu – Minggu | 15:00 & 20:00 WIB
Teater Salihara
Jakarta, 10 November 2025 – Komunitas Salihara Arts Center kembali menghadirkan pertunjukan teater di November berjudul The Last Geishas: Re-Creation karya sutradara dan Pembuat Film, Shingo Ōta bersama aktris Kyoko Takenaka dari Jepang. Pertunjukan ini akan berlangsung di Teater Salihara pada Sabtu, 15 November 2025 pukul 15.00 WIB dan 20.00 WIB, serta Minggu, 16 November 2025 pukul 15.00 WIB.
Karya ini berangkat dari pengamatan terhadap profesi geisha; sosok yang menjadi lambang dari citra Jepang yang terfantasisasi, namun sering kali kurang dikenal dan kini berada di ambang kepunahan. Melampaui pandangan stereotip yang selama ini melekat, pertunjukan ini mencoba menelusuri kenyataan di balik profesi yang penuh disiplin, kesenian, dan kerahasiaan itu.
Melalui The Last Geishas: Re-Creation, Ōta dan Takenaka mengajukan pertanyaan: bagaimana kita dapat mendefinisikan siapa atau apa sebenarnya geisha itu? Apakah mereka sekadar daya tarik wisata, atau justru pelaku seni tradisional yang telah menjaga warisan budaya berusia berabad-abad? Berangkat dari pertanyaan ini, keduanya menelusuri kehidupan para perempuan yang masih mempertahankan budaya yang telah ada sejak abad ke-17.
Dalam proses riset, Ōta dan Takenaka menghadiri kelas, berlatih berbagai tarian, mengenakan kimono, hingga tampil dalam jamuan tradisional. Melalui pengalaman langsung itu, mereka berusaha memahami dan menafsir ulang dunia geisha dari dalam. Di atas panggung, pengalaman tersebut diolah menjadi bentuk pertunjukan yang memadukan gerak, teks, dan video dalam interpretasi kontemporer yang dikemas dalam bentuk teater dokumenter.
Karya ini menghadirkan dialog antara tradisi dan representasi kontemporer. Di antara rekonstruksi yang setia dan eksplorasi kekinian, The Last Geishas: Re-Creation menjelma menjadi karya hibrida di persimpangan antara pertunjukan teater dan dokumenter. Ia menelusuri pertanyaan tentang bagaimana praktik tradisional dapat diwariskan di tengah dunia yang terus berubah.
Proyek ini diproduksi oleh Hydroblast, kolektif seni yang didirikan pada 2019 oleh Shingo Ōta dan berfokus pada penciptaan karya film dan teater dengan pendekatan dokumenter. Dalam catatan prosesnya, Shingo Ōta menjelaskan bahwa ide karya ini muncul setelah ia membaca kesaksian seorang mantan maiko (geisha magang) tentang kerasnya industri tersebut.
Pengalaman itu mendorongnya untuk mendalami dunia geisha, terutama setelah bertemu dengan Hidemi, geisha terakhir di daerah Kinosaki. Dari sana, ia mulai berlatih sebagai geisha dan menjadikan tubuhnya sebagai medium dokumentasi dan refleksi. Ia menulis bahwa keindahan tidak terletak pada bentuk, model, atau profesinya, melainkan pada cara manusia menjalani hidupnya.
Untuk dapat melihat bagaimana karya Shingo Ota hidup di panggung Teater Salihara, calon pengunjung dapat melakukan pembelian tiket di tiket.salihara.org. Pertunjukan berdurasi 70 menit ini dapat disaksikan dari usia 13 tahun ke atas dengan harga Rp75.000 (pelajar/mahasiswa S1) dan Rp150.000 (umum). Teater akan dipandu dalam bahasa Jepang dengan terjemahan teks berbahasa Indonesia.
Tentang Seniman:
Hydroblast didirikan pada 2019 oleh sutradara dan aktor Shingo Ota, kolektif ini berfokus pada penciptaan karya film dan teater. Pada 2022, aktris Kyoko Takenaka bergabung sebagai produser. Berlandaskan pendekatan berbasis dokumenter, mereka menentukan peran sesuai dengan setiap proyek, dengan tujuan menciptakan karya melalui sudut pandang yang beragam. Karya-karya penting mereka meliputi Watashitachi ni yurusareta tokubetsu na jikan dan Fragile yang keduanya disutradarai oleh Ota, serta karya pertunjukan The Last Geishas dan Care and Acting.
Tentang Komunitas Salihara Arts Center
Komunitas Salihara Arts Center adalah sebuah institusi kesenian dan kebudayaan yang selalu menampilkan kesenian terkini dari Indonesia dan dunia, baik yang bersifat pertunjukan maupun edukasi, dalam lingkungan kreatif dan sejuk di tengah keramaian selatan Jakarta.
___________________________________________________________________
Untuk mengetahui detail pertunjukan silakan kunjungi sosial media Komunitas Salihara: Twitter @salihara | Instagram @komunitas_salihara | atau hubungi: media@salihara.org