Kompetisi Debat Sastra Tingkat SMA 2022

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Perkembangan sastra Indonesia modern, khususnya puisi, tidak lepas dari pengaruh kesusastraan asing. Di Indonesia, Chairil Anwar adalah penyair terpenting dari Angkatan 45 yang terpengaruh oleh sastra dunia. Sajak-sajak Chairil Anwar tidak hanya menyerap pengaruh dari penyair Belanda, Jerman dan Cina, tetapi juga Amerika Serikat.

Komunitas Salihara mendorong kreativitas dan intelektualitas generasi muda dengan kembali mengadakan:

Kompetisi Debat Sastra SMA 2022: Membandingkan Chairil Anwar dan Penyair Amerika Serikat.

Tahun ini peserta akan membandingkan hubungan dan pengaruh sajak-sajak penyair Amerika Serikat terhadap sajak-sajak Chairil Anwar.

 

Jadwal Kompetisi

  • Pendaftaran dan pengumpulan makalah: 07 Mei 2022-9 September 2022;
  • Tenggat pengumpulan makalah: 10 September 2022 (Tanggal kirim surat elektronik);
  • Penjurian tahap 1: 11-28 September 2022;
  • Pengumuman finalis: 5 Oktober 2022;
  • Final: Oktober 2022.

Hadiah

Juara 1: Rp20.000.000
Juara 2: Rp15.000.000
Tiga makalah favorit (maksimal) masing-masing Rp3.000.000
*pajak ditanggung pemenang

Syarat dan Ketentuan

  • Peserta adalah kelompok yang terdiri atas 3 (tiga) siswa dari satu sekolah setingkat SMA. Setiap sekolah boleh mengirimkan lebih dari satu kelompok. Peserta boleh memberi nama kelompoknya secara bebas;
  • Peserta adalah siswa yang masih duduk di bangku SMA atau setara ketika final debat berlangsung hingga 30 Oktober 2022;
  • Kelompok dari sekolah yang telah menjadi finalis dan juara pada tahun sebelumnya tidak diperkenankan mendaftar;
  • Peserta yang telah melengkapi pendaftaran dan menerima karya, tetapi tidak mengumpulkan makalah hingga batas akhir pengumpulan, akan didiskualifikasi pada tahun penyelenggaraan berikutnya;
  • Karya yang ditelaah dapat diunduh setelah menyelesaikan proses pendaftaran (mengisi dan melengkapi formulir);
  • Peserta (atas nama kelompok) membuat telaah (berupa tulisan atau makalah) dalam bahasa Indonesia setelah membaca dan membandingkan karya sastra di atas;
  • Makalah dikirim tanpa mencantumkan identitas di dalam makalah dan tanpa menggunakan sampul (cover) berlogo sekolah atau nama kelompok. Tidak perlu menambahkan lembar persetujuan, lembar ucapan terima kasih maupun kata pengantar;
  • Telaah yang diunggulkan adalah yang menawarkan kedalaman pemahaman dan keluasan perspektif;
  • Format pelaksanaan final akan ditentukan dengan melihat perkembangan kondisi kesehatan (bila diadakan secara langsung di Salihara, Salihara akan menanggung akomodasi dan transportasi kelompok peserta dari luar Jabodetabek);
  • Kirim hasil telaah karya sesuai jadwal yang ditentukan ke alamat surel berikut:debatsastra2022@salihara.org dengan subyek: Kompetisi Debat Sastra Tingkat SMA (nama sekolah/kelompok)

Teknis Penilaian

  • Juri Tahap I menilai karya tulis berdasarkan mutu argumen, pendalaman dan penggalian masalah serta ketertiban dan keindahan bahasa Indonesia yang digunakan;
  • Masing-masing kelompok finalis boleh memilih satu wakil untuk presentasi atau mengatur anggota-anggota kelompok berbicara secara bergiliran (gaya presentasi bebas);
  • Juri Tahap II menilai keterampilan peserta dalam menyampaikan gagasan secara lisan dan kekuatan argumen dalam perdebatan;
  • Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.

 

PENDAFTARAN

 

Tentang Chairil Anwar dan Penyair Amerika Serikat

Demi memperbaharui perpuisian Indonesia modern pada dasawarsa 1940-an, Chairil Anwar tidak hanya membaca sajak-sajak penyair Belanda dan Jerman, tetapi juga penyair Amerika Serikat, seperti Archibald MacLeish, John Cornford, Conrad Aiken, T.S. Eliot, Ezra Pound, dan W.H. Auden. Dia bukan hanya membaca dan menerjemahkan karya-karya itu, tetapi menyadurnya atau menjadikan semua itu sebagai inspirasi dari puisi-puisinya.

Menurut H.B. Jassin, kritikus dan dokumentator sastra, ketika Chairil Anwar meninggal pada 28 April 1949, ia meninggalkan tidak kurang dari 70 sajak asli, 4 sajak saduran, 10 sajak terjemahan, 6 prosa asli dan 4 prosa terjemahan—semua jadi 94 tulisan.

Membicarakan atau membahas bagaimana pengaruh sajak-sajak penyair Amerika Serikat terhadap kompleks persajakan Chairil Anwar, akan memberi kita kesempatan untuk memahami pentingnya karya sastra di masa lalu dalam perspektif yang lebih luas dan kaya.

 

Shopping Basket

Berlangganan Newsletter