Menandai Perjalanan 85 Tahun Goenawan Mohamad Hadirkan Pameran Tunggal Ke-18 “Teks, Gambar, Kitab” di Komunitas Salihara

Pembukaan pameran Teks, Gambar, Kitab
Goenawan Mohamad (topi Hitam) saat melakukan tur dalam pembukaan Teks, Gambar, Kitab: Pameran Tunggal Goenawan Mohamad (Dok. Komunitas Salihara/Witjak Widhi Cahya)

24 Mei – 28 Juni 2026

Galeri Salihara

Jakarta, 24 Mei 2026 – Komunitas Salihara Arts Center resmi membuka pameran tunggal Teks, Gambar, Kitab: Pameran Tunggal Goenawan Mohamad pada Sabtu, 23 Mei 2026 di Galeri Salihara. Pameran ini dapat dikunjungi publik mulai 24 Mei hingga 28 Juni 2026.

Pameran ini merupakan pameran tunggal ke-18 Goenawan Mohamad, yang akrab disapa GM. Selama ini, GM dikenal luas sebagai penyair, esais, penulis Catatan Pinggir, dan intelektual publik. Melalui pameran ini, publik diajak melihat sisi lain GM sebagai perupa yang bekerja melalui drawing, grafis, lukisan, dan teks.

Pembukaan pameran berlangsung hangat dan dihadiri lebih dari 230 orang, termasuk Boediono, Wakil Presiden RI ke-11. Pameran ini secara resmi dibuka oleh Seniman, Tisna Sanjaya, dan dikuratori oleh Asikin Hasan.

Saat membuka pameran, Tisna Sanjaya melihat karya-karya GM tidak berhenti sebagai ekspresi personal, melainkan berkembang menjadi ruang kebudayaan yang lebih luas.

“Dari karya-karya ekspresi personalnya yang sangat personal, metafor, simponik, saya lihat dilebarkan menjadi peristiwa kebudayaan, menjadi peristiwa kritis terhadap berbagai hal, persoalan politik, persoalan perilaku beragama, persoalan ekonomi, dan persoalan lingkungan hidup,” ujar Tisna Sanjaya.

Kurator Galeri Komunitas Salihara, Asikin Hasan, dalam catatan kuratorialnya, ia menulis bahwa gambar dan tulisan dalam karya GM “saling berbagi ruang untuk berada di tempat yang sama.” Namun, menurutnya, gambar-gambar itu tidak selalu dijelaskan oleh tulisan, demikian pula tulisan bukan penjelasan bagi gambar. Keduanya hadir di dunia merdekanya masing-masing.

Di atas kertas dan kanvas, GM menggambar, membuat grafis, melukis, sekaligus menulis. Dalam karya-karyanya, teks dan gambar hadir berdampingan, tetapi tidak saling menjelaskan secara langsung. Keduanya berbagi ruang, bergerak dalam dunia masing-masing, dan membuka kemungkinan tafsir yang tidak tunggal.

Salah satu gagasan penting dalam pameran ini adalah “kitab”. Dalam karya GM, kitab tidak dipahami sebagai sesuatu yang selesai, utuh, dan tertutup. Kitab justru hadir sebagai ruang yang terus terbuka bagi berbagai kemungkinan bentuk, cerita, dan tafsir.

“Yang menarik perhatian saya adalah gagasan pembuatan kitab, dan itu tidak hanya satu. Ada kitab ini, kitab itu, dan apalagi. Teks dan gambar saling mengambil tempat dan posisi. Ada yang dibangun, tapi juga ada ruang-ruang yang dibiarkan terbuka seperti tidak selesai sebagai apa yang kita pahami sebagai buku atau kitab umumnya,” tulis Asikin.

Boediono
Wakil Presiden RI ke-11, Boediono (kanan) bersama Kurator Galeri Salihara, Asikin Hasan mengamati seri Kitab Hantu Goenawan Mohamad (Dok. Komunitas Salihara/Witjak Widhi Cahya)

Bagi Asikin, kitab-kitab dalam karya GM tidak pernah benar-benar menemukan akhir. Di dalamnya terdapat cerita sehari-hari, mitos, ingatan, ketidaksadaran, serta imajinasi yang terus bergerak. Ia juga menulis bahwa dalam kitab-kitab itu terdapat tulisan dan gambar yang “bergerak sebebas-bebasnya”, kadang hadir tanpa hubungan langsung satu sama lain, tetapi tetap membuka ruang bagi sesuatu yang tidak berakhir.

Kehadiran Teks, Gambar, Kitab di Galeri Salihara memperlihatkan perjalanan kreatif GM yang tidak terpisah antara sastra, pemikiran, dan seni rupa. Seni rupa dalam praktik GM bukan pelengkap dari dunia kata, melainkan medan lain untuk berpikir, merasakan, dan menangkap dunia melalui serpihan teks, garis, warna, dan bentuk.

Teks, Gambar, Kitab: Pameran Tunggal Goenawan Mohamad dapat dikunjungi publik mulai 24 Mei hingga 28 Juni 2026 di Galeri Salihara.

Untuk dapat mengunjungi pameran ini, pengunjung dapat membeli tiket pameran seharga Rp25.000 untuk kunjungan Selasa sampai Jumat dan Rp35.000 untuk kunjungan Sabtu sampai Minggu. Anak-anak dan pelajar hingga maksimal jenjang S1 dapat berkunjung secara gratis dengan datang langsung ke Galeri Salihara dan membawa bukti tanda pelajar.

Pameran dibuka setiap Selasa sampai Minggu, pukul 11.00 sampai 19.00 WIB. Kunjungan terakhir diterima pada pukul 18.30 WIB.

Tentang Komunitas Salihara Arts Center

Komunitas Salihara Arts Center adalah sebuah institusi kesenian dan kebudayaan yang selalu menampilkan kesenian terkini dari Indonesia dan dunia, baik yang bersifat pertunjukan maupun edukasi, dalam lingkungan kreatif dan sejuk di tengah keramaian selatan Jakarta.

_________________

Untuk mengetahui detail pertunjukan silakan kunjungi sosial media Komunitas Salihara:

X: @salihara | Instagram: @komunitas_salihara | Facebook: Salihara.org | Tiktok: @komunitas_salihara |  atau hubungi: media@salihara.org

Mari menjadi bagian dari Sahabat Salihara! Bergabung di saluran resmi Salihara Arts Center.

Dapatkan berbagai kabar terbaru seputar program mulai dari pertunjukan, pameran, kelas, diskusi, hingga festival yang akan datang.