- Blog
Syam Terrajana Tulisan ini adalah tanggapan terhadap sesi kelima dalam program Zoom In Seni Rupa Modern dan Nasionalisme (di) Indonesia (2021). Tentang Koleksi Negara dan Historiografi Seni Rupa Modern
Syam Terrajana Tulisan ini adalah tanggapan terhadap sesi kelima dalam program Zoom In Seni Rupa Modern dan Nasionalisme (di) Indonesia (2021). Tentang Koleksi Negara dan Historiografi Seni Rupa Modern
Gesyada Siregar Tulisan ini adalah tanggapan terhadap sesi empat program Zoom In Seni Rupa Modern dan Nasionalisme (di) Indonesia (2021). Apa sebenarnya yang dimaksud dengan seni rupa Indonesia? Bagaimana kita
Yacobus Ari Respati Tulisan ini adalah tanggapan terhadap sesi ketiga program Zoom In Seni Rupa Indonesia dan Internasionalisme Baru (2020). Bagaimana kita bisa mendefinisikan aturan pertukaran, refleksi percakapan dan peran
Yacobus Ari Respati Tulisan ini adalah tanggapan mengenai tiga sesi program Zoom In Seni Rupa Indonesia dan Internasionalisme Baru (2020). Sesi kedua ceramah dan wicara webinar Seni Rupa dan
Yacobus Ari Respati Tulisan ini adalah tanggapan mengenai tiga sesi program Zoom In Seni Rupa Indonesia dan Internasionalisme Baru (2020). Webinar Seni Rupa Indonesia dan Internasionalisme Baru oleh Komunitas
Kanjeng Raden Ayu Trisutji Djuliati Kamal, atau lebih dikenal dengan Trisutji Kamal, memadukan musik tradisional dan modern, gamelan dan anasir musik Islami. Ia memainkan musik daerah di Indonesia dengan instrumen
Puisi tak selamanya harus indah. Adakalanya para sastrawan ingin mengungkapkan kejengkelan dan protes. Jika puisi liris identik dengan balutan kata yang indah, puisi non liris berlaku lain. Ia melepaskan diri
Nama Heinrich von Kleist (1777-1811) di Indonesia barangkali tak setenar para pengarang Jerman klasik lainnya seperti Goethe dan Rilke. Padahal karya-karyanya mewakili salah satu yang terpenting pada masa-masa romantik awal
Kata siapa puisi harus dirangkai dengan kata-kata yang rumit? Melalui karya-karya Joko Pinurbo alias Jokpin, kita bisa tahu kalau ternyata puisi bergaya liris dapat dirangkai dengan perpaduan narasi jenaka dan
Tokoh-tokoh di dalam karya sastra tidak mesti selalu digambarkan sebagai manusia ideal, terpelajar, maupun pahlawan yang dianggap identik dengan realita. Terkadang pengertian mengenai realita itu sendiri juga perlu dipertanyakan. Kali