Sanggarbambu: Ruang Seni Lintas Disiplin yang Melampaui Batas Seni Rupa

Sejak berdiri pada 1 April 1959, Sanggarbambu kerap dikenang sebagai sanggar seni rupa. Namun jika menengok kembali dokumen-dokumen arsip dan kesaksian para eksponennya, Sanggarbambu jauh melampaui batas satu disiplin. Ia

The Last Geishas

The Last Geishas: Kematian dan Lahir Kembali

Dalam panggung pertunjukan “geisha” tradisional Jepang, kematian bukan hanya tentang napas yang berhenti, namun juga tentang lenyapnya ingatan dan kehadiran. Pemahaman ini menjadi landasan filosofis yang menggelayut dalam rancangan artistik

Sanggarbambu: Perjalanan Garis

Ibrahim Soetomo   Melihat karya-karya seniman generasi awal Sanggarbambu adalah menjelajahi variasi garis. Garis-garis di sketsa, drawing, pastel minyak, hingga lukisan, telah membentuk corak senimannya secara pribadi, tapi juga ciri

Kemanusiaan

Sanggarbambu di Antara ‘Kanan’ dan ‘Kiri’

Sanggarbambu terbentuk pada 1 April 1959 di Yogyakarta, di tengah masa penuh pergolakan sosial-politik Indonesia. Ia tumbuh dari semangat idealisme seniman muda yang ingin menjembatani seni dengan masyarakat. Di bawah

Sanggarbambu: Seni dari Rakyat untuk Rakyat

Sanggarbambu berdiri pada 01 April 1959 di Yogyakarta, dipelopori oleh Kirjomulyo dan Soenarto Pr., bersama sejumlah seniman muda. Nama “Bambu” dipilih karena bambu adalah lambang kesederhanaan sekaligus kekuatan. Ia bisa

Di Balik Pameran “Adu Manis”

Pameran Adu Manis membawa kita masuk dalam ‘museum khayal’ tiga perupa, Gabriel Aries, Reggie Aquara, dan Rendy Pramudya. Pemilihan judul “Adu Manis”, diambil dari istilah pertukangan tradisional, yaitu teknik penyambungan

Mari menjadi bagian dari Sahabat Salihara! Bergabung di saluran resmi Salihara Arts Center.

Dapatkan berbagai kabar terbaru seputar program mulai dari pertunjukan, pameran, kelas, diskusi, hingga festival yang akan datang.