- Blog
Dalam sejarah seni rupa Indonesia, formalisme menempati posisi yang kerap diperdebatkan sekaligus menentukan. Ia bukan sekadar gaya atau kecenderungan visual, tapi sebuah cara pandang terhadap seni yang menempatkan bentuk sebagai
Dalam sejarah seni rupa Indonesia, formalisme menempati posisi yang kerap diperdebatkan sekaligus menentukan. Ia bukan sekadar gaya atau kecenderungan visual, tapi sebuah cara pandang terhadap seni yang menempatkan bentuk sebagai
Program ini merupakan bagian dari MTN Lab yang diinisiasi oleh Kementerian Kebudayaan untuk menyediakan ruang penciptaan dan pengembangan karya melalui residensi, inkubasi, lokakarya, hingga masterclass. Dalam momentum 80 tahun Indonesia
Sejak berdiri pada 1 April 1959, Sanggarbambu kerap dikenang sebagai sanggar seni rupa. Namun jika menengok kembali dokumen-dokumen arsip dan kesaksian para eksponennya, Sanggarbambu jauh melampaui batas satu disiplin. Ia
Komunitas Salihara Arts Center sebagai pusat seni di Jakarta Selatan tengah mengadakan sebuah pameran berbasis sejarah dengan tajuk Di Sini Aku Temukan Kau: Karya dan Arsip Sanggarbambu yang berakhir 07
Dalam panggung pertunjukan “geisha” tradisional Jepang, kematian bukan hanya tentang napas yang berhenti, namun juga tentang lenyapnya ingatan dan kehadiran. Pemahaman ini menjadi landasan filosofis yang menggelayut dalam rancangan artistik
Ibrahim Soetomo Melihat karya-karya seniman generasi awal Sanggarbambu adalah menjelajahi variasi garis. Garis-garis di sketsa, drawing, pastel minyak, hingga lukisan, telah membentuk corak senimannya secara pribadi, tapi juga ciri
Jakarta, 15-16 November 2025 Sabtu – Minggu | 15:00 & 20:00 WIB Teater Salihara Jakarta, 10 November 2025 – Komunitas Salihara Arts Center kembali menghadirkan pertunjukan teater di November
Sanggarbambu terbentuk pada 1 April 1959 di Yogyakarta, di tengah masa penuh pergolakan sosial-politik Indonesia. Ia tumbuh dari semangat idealisme seniman muda yang ingin menjembatani seni dengan masyarakat. Di bawah
Pertunjukan The Last Geishas karya Shingo Ōta dan Kyoko Takenaka membuka ruang refleksi tentang kelangsungan salah satu tradisi tertua Jepang yang kini berada di ambang kepunahan: geisha. Karya ini bukan
Sanggarbambu berdiri pada 01 April 1959 di Yogyakarta, dipelopori oleh Kirjomulyo dan Soenarto Pr., bersama sejumlah seniman muda. Nama “Bambu” dipilih karena bambu adalah lambang kesederhanaan sekaligus kekuatan. Ia bisa