- Blog
Manusia Indonesia dalam Warisan Relief Era Bung Karno KARYA seni adalah salah satu bagian yang bisa membantu kita untuk melacak bagaimana kondisi atau sejarah suatu bangsa dibentuk. Salah satunya dapat
Manusia Indonesia dalam Warisan Relief Era Bung Karno KARYA seni adalah salah satu bagian yang bisa membantu kita untuk melacak bagaimana kondisi atau sejarah suatu bangsa dibentuk. Salah satunya dapat
Komunitas Salihara kembali menyelenggarakan lokakarya Peta Sastra Kebangsaan, pada 27-28 April 2024. Lokakarya ini pertama kali diselenggarakan pada 2017. Program ini bertujuan untuk mempermudah pengajaran dan pengenalan sastra Indonesia bagi
Sekilas tentang novel Harimau! Harimau! karya Mochtar Lubis dan novel Pak Tua yang Membaca Kisah Cinta karya Luis Sepúlveda. Novel Harimau! Harimau! (1975) karya Mochtar Lubis adalah salah satu
Jakarta, 03 Mei 2024 – Memasuki Mei 2024, Komunitas Salihara mempersembahkan pameran berbasis kesejarahan dengan tajuk Relief Era Bung Karno yang akan resmi dibuka pada 11 Mei 2024 di Galeri
10-12 Mei 2024 | Sabtu & Minggu | Teater Salihara Jakarta, 03 Mei 2024 – Dalam dunia sastra dan teater tanah air, Putu Wijaya dikenal sebagai seorang seniman yang
Pendaftaran: 15 Maret–17 Juli 2024 Final: 28 September 2024 Total Hadiah: Rp44.000.000 Jakarta, 17 Maret 2024– Membaca karya sastra penting dilakukan sejak usia dini sebab sastra seperti novel, cerpen,
Teater Salihara, 24-25 Februari & 2 Maret 2024 Jakarta, 10 Februari 2024 – Mengawali 2024 dengan penuh antusias, Komunitas Salihara Arts Center menggelar festival musik jazz progresif dalam gelaran
Teater Salihara, 24-25 Februari & 02 Maret 2024 Jakarta, 10 Maret 2024 – Salihara Jazz Buzz 2024 telah sukses digelar dari 24 Februari – 02 Maret lalu. Acara ini
Obituari Joko Pinurbo Joko Pinurbo (Sukabumi, 11 Mei 1962-Yogyakarta, 27 April 2024) adalah anak kandung puisi Indonesia. Ia mengambil hampir semua kekuatan penting puisi Indonesia untuk membangun puisi-puisinya. Namun,
Keseharian manusia berjalan semakin bising dan pesat, beberapa kebutuhan manusia telah terakomodir oleh teknologi yang semakin canggih. Fenomena ini muncul di tengah masyarakat kontemporer. Martin Heidegger, seorang filsuf Jerman abad