- Blog
Ibrahim Soetomo Melihat karya-karya seniman generasi awal Sanggarbambu adalah menjelajahi variasi garis. Garis-garis di sketsa, drawing, pastel minyak, hingga lukisan, telah membentuk corak senimannya secara pribadi, tapi juga ciri
Ibrahim Soetomo Melihat karya-karya seniman generasi awal Sanggarbambu adalah menjelajahi variasi garis. Garis-garis di sketsa, drawing, pastel minyak, hingga lukisan, telah membentuk corak senimannya secara pribadi, tapi juga ciri
Sanggarbambu terbentuk pada 1 April 1959 di Yogyakarta, di tengah masa penuh pergolakan sosial-politik Indonesia. Ia tumbuh dari semangat idealisme seniman muda yang ingin menjembatani seni dengan masyarakat. Di bawah
Pertunjukan The Last Geishas karya Shingo Ōta dan Kyoko Takenaka membuka ruang refleksi tentang kelangsungan salah satu tradisi tertua Jepang yang kini berada di ambang kepunahan: geisha. Karya ini bukan
Sanggarbambu berdiri pada 01 April 1959 di Yogyakarta, dipelopori oleh Kirjomulyo dan Soenarto Pr., bersama sejumlah seniman muda. Nama “Bambu” dipilih karena bambu adalah lambang kesederhanaan sekaligus kekuatan. Ia bisa
Pameran Adu Manis membawa kita masuk dalam ‘museum khayal’ tiga perupa, Gabriel Aries, Reggie Aquara, dan Rendy Pramudya. Pemilihan judul “Adu Manis”, diambil dari istilah pertukangan tradisional, yaitu teknik penyambungan
Les Justes, yang dalam terjemahan Arif Budiman menjadi Teroris, adalah salah satu karya teater paling penting yang ditulis oleh Albert Camus, seorang filsuf Prancis yang terkenal dengan gagasan absurdisme dan
Catatan pendek pemikiran Parakitri T. Simbolon. Apa artinya menjadi Indonesia? Pertanyaan ini terdengar sederhana, namun kita masih berhati-hati untuk memberikan jawaban yang pasti. Dalam konteks hari ini, ketika identitas
Pada 2025 ini, sudah 80 tahun Indonesia merdeka. Perjalanan panjang dilewati untuk mempertahankan kemerdekaan bangsa hingga hari ini. Meski dalam perjalanannya kita melalui berbagai fenomena yang mencederai kemerdekaan tersebut, dari
Berdasarkan hasil penjurian dan diskusi yang dilaksanakan, Dewan Juri memutuskan bahwa dua orang yang terpilih menjadi Penerima Beasiswa Kelas Menulis Lakon 2025, yaitu adalah Majid Amrullah Alifya Maheswari Putri Wibowo
Catatan pendek presentasi karya Aliansi Teras pada SIPFest 2024 Arsip pembentukan sebuah negara menjadi harta penting untuk merefleksikan kembali apa yang menjadi cita-cita bangsa dan apakah ia dapat terwujud