Figur: Tubuh yang Tak Pernah Selesai

Dengan pencahayaan yang sedikit temaram, kita tetap bisa melihat bentuk-bentuk figur dalam rupa dan ukuran yang beragam. Bahkan kita bisa menyaksikan setiap detail material yang lintas di atas figur-figur itu.

Goenawan-Mohamad

Tentang Kitab dalam Teks, Gambar, Kitab

Ibrahim Soetomo Goenawan Mohamad (GM) telah menerbitkan empat bundel kitab: Kurawa (2022), Hewan (2022), Hantu (2023) dan yang termutakhir, Badut (2025). “Kitab” di sini dimaknai sebagai sekumpulan karya yang dibukukan.

Karya Goenawan Mohamad

Goenawan Mohamad dalam Pameran Teks, Gambar, Kitab

Goenawan Mohamad (GM) lahir di Batang, Jawa Tengah pada 1941, lebih dikenal sebagai penyair, esais, penulis Catatan Pinggir, dan intelektual publik. Sejak pameran tunggalnya pada 2016 di Plataran Djoko Pekik,

Oototol: Kanvas dan Dunianya

Oleh: Ibrahim Soetomo   Pada sebuah perhelatan seni pertunjukan kontemporer yang apik, sekomplot  serdadu lengkap dengan seragam formal dan topi petnya terlihat sedang bermain gamelan. Di belakang para pemain, terdapat

Tentang Oototol dari Bali

Oototol lahir dengan nama Dewa Raram di Desa Pengosekan, sebelah selatan Ubud, Bali, sebuah wilayah yang dikenal sebagai tempat tumbuhnya banyak pelukis tradisional dari aliran Pita Maha sebelum perang. Lingkungan

Abstraksi sebagai Sikap

Menelusuri Realitas dalam Imba: Dari Abstraksi ke Abstrakisme Memasuki ruang galeri pameranImba: Dari Abstraksi ke Abstrakismeseperti melewati lini masa perjalanan karya seni rupa abstrak di Indonesia. Kita dibawa pada jejak-jejak

Formalisme dalam Seni Lukis dan Patung Indonesia

Dalam sejarah seni rupa Indonesia, formalisme menempati posisi yang kerap diperdebatkan sekaligus menentukan. Ia bukan sekadar gaya atau kecenderungan visual, tapi sebuah cara pandang terhadap seni yang menempatkan bentuk sebagai

Mari menjadi bagian dari Sahabat Salihara! Bergabung di saluran resmi Salihara Arts Center.

Dapatkan berbagai kabar terbaru seputar program mulai dari pertunjukan, pameran, kelas, diskusi, hingga festival yang akan datang.

Komunitas Salihara membuka kesempatan seluas-luasnya kepada sutradara, koreografer, komposer, kelompok tari, musik, dan teater di seluruh Indonesia untuk menjadi penampil Musim Seni Salihara 2027.