Obituari Ignas Kleden

Ignas Kleden adalah seorang intelektual yang tajam melancarkan kritik terhadap kinerja kaum intelektual itu sendiri. Kegemaran para cendekia kita untuk ramai-ramai berkomentar tentang isu-isu sosial-politik, bagi ia, adalah salah satu

Abdul Hadi W.M.
Yang Remang, Yang Bernilai

Sebagai penyair Abdul Hadi W.M. (24 Juni 1946–19 Januari 2024) dikenal sebagai penyair sufistik. Tetapi, sebenarnya, itu adalah perkembangan yang lebih kemudian. Sajak-sajak awalnya melanjutkan—jika bukan memberi warna lain—tradisi puisi

Menilik Kartono Yudhokusumo: Gaya dan Cerita

“Saya tidak pernah kecewa karena saya tidak pernah mengharapkan apa pun.” Itulah sepenggal kalimat Kartono Yudhokusumo, seorang pelukis modern yang bakatnya sudah diakui sejak usia muda. Terbukti dalam pemberitaan harian

Kesusastraan Frankofon dalam Mon Amour!

https://www.youtube.com/watch?v=gGBPL-pv2xY Catatan pendek dari LIFEs 2023: Mon Amour! Sastra dan gagasan dari negeri maupun bahasa Prancis telah meluas ke wilayah-wilayah lain dunia. Melalui kolonialisme—dengan segala ironi dan paradoksnya—bahasa Prancis kini

Sekilas AI dan Penciptaan Karya Seni

Di hari ini, teknologi digital sudah memengaruhi kehidupan manusia, termasuk dalam proses penciptaan karya sastra dan seni. Mesin dengan kecerdasan buatan atau sering kita dengar dengan istilah AI, bahkan mampu

Sehari Multikultural di LIFEs 2023

Bagaimana ragam budaya Frankofon dapat disajikan dalam satu hari rangkaian acara? Literature and Ideas Festival (LIFEs) 2023 mewujudkannya pada Jumat (11/08) lalu lewat rangkaian diskusi hingga musik selama satu hari.

Colette dan Kebebasan Tanpa Sensor

Sebagai seorang tokoh penulis perempuan; Sidonie-Gabrielle Colette atau akrab dengan sebutan Colette, dikenal akan karya-karyanya yang kontroversial di kalangan penulis dan kritikus sezaman. Kritik dan ujaran “sastra selera rendah” pun

Mari menjadi bagian dari Sahabat Salihara! Bergabung di saluran resmi Salihara Arts Center.

Dapatkan berbagai kabar terbaru seputar program mulai dari pertunjukan, pameran, kelas, diskusi, hingga festival yang akan datang.

Komunitas Salihara membuka kesempatan seluas-luasnya kepada sutradara, koreografer, komposer, kelompok tari, musik, dan teater di seluruh Indonesia untuk menjadi penampil Musim Seni Salihara 2027.