Bandung Bondowoso dan Kisah yang Berputar

Ditulis oleh Telaga Kasih   Di dalam ruang galeri dengan tembok cekung seperti dalam tabung, penonton duduk berlesehan. Layar berukuran 1 x 1.5 meter dengan cahaya temaram ada di depan

Xu Lizhi dan Kegetiran Buruh dalam Puisi

“I swallowed an iron moon they called it a screw I swallowed industrial wastewater and unemployment forms bent over machines, our youth died young I swallowed labour, I swallowed poverty

Diskursus Tubuh dan Jiwa dalam Pertunjukan “Identikit”

Ditulis oleh Wulansari Rembah Jailangkung sudah lama dikenal masyarakat nusantara sebagai boneka pemanggil arwah. Mendengar kata “jailangkung” akan mengingatkan kita pada sosok boneka dari kayu dengan kepala dari tempurung kelapa

Sosi dan Memori Kusam yang Tersebar di Sana-Sini

Ditulis oleh: Cliff Moller   Helateater 2023: Teater Objek “Sosi bisa menjadi perenungan atas sesuatu yang tak terhindarkan di masa depan: menua, sendirian dan terlupakan.”   Didatangkan langsung dari Yogyakarta,

LIFEs hadir kembali dengan tajuk Mon Amour!

Komunitas Salihara mempersembahkan festival sastra dan gagasan: LIFEs—nama dan bentuk baru bagi Bienal Sastra Salihara. LIFEs sebelumnya hadir dengan pilihan-pilihan tema seperti sastra Amerika Latin bertajuk Viva! Reborn! (2017), My

Sekilas Tentang Platon

Raffaello Sanzio menciptakan lukisan dinding School of Athens, lukisan yang dikenal sebagai penggambaran dua cabang filsafat yang kuat. Dalam lukisan tersebut digambarkan tokoh filsafat Platon dan Aristoteles dengan gestur yang

Sandikala Ensemble dan Upaya Melampaui Kolonialitas

Ditulis oleh Amos. Menyaksikan pertunjukan Sandikala Ensemble di Salihara pada 4 Februari lalu, adalah pintu gerbang pada ruang harmoni baru berbasis gamelan Jawa, ruang-ruang asing tapi kadang akrab untuk telinga,

Obituari Norbertus (Nano) Riantiarno

Norbertus “Nano” Riantiarno (Cirebon, 6 Juni 1949-Jakarta, 20 Januari 2023) adalah salah satu pembaharu teater Indonesia modern. Bersama Teater Koma yang ia dirikan pada 1977, Nano mengukuhkan tradisi teater realis

Menemukan Sejarah dari Kitab yang Hilang

Sepanjang Oktober hingga Desember 2022 setiap Selasa dan Kamis, Komunitas Salihara telah menyelenggarakan program Membaca Kitab yang “Hilang”: Risalah BPUPKI. Sebuah program yang berkolaborasi dengan Teater Ghanta, mengajak publik yang

Mari menjadi bagian dari Sahabat Salihara! Bergabung di saluran resmi Salihara Arts Center.

Dapatkan berbagai kabar terbaru seputar program mulai dari pertunjukan, pameran, kelas, diskusi, hingga festival yang akan datang.